Saya sedikit bingung, sebenarnya bakat saya ini apa ya?
Lihat, udah umur seginih, masih mencari jati diri
*biariin, yey*
Waktu TK, saya disinyalir sang guru punya beberapa bakat, karena entah bagaimana ceritanya, pada angklung, pencak silat, nyanyi, pramuka dan hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan anak TK, nilai saya relatif baik. Malah kabar nya, pernah bintang kelas di TK itu, cihiy ![]()
Tapi dalam perjalanannya, bakat-bakat yang disinyalir ada itu tidak tampak.
Seperti pada saat SMP, saya coba mengejawantahkan pencak silat TK kedalam ilmu bela diri Taekwondo. Dan baru ujian naik tingkat dari sabuk putih jadi sabuk kuning, saya udah kepingcut liat orang-orang berkelahi tendang-tendangan. Oooh,, no,,saya tidak tega dan tak kuasa,,maaf yaaa,,, *kabuur*
Lalu, saya sempat pula mencoba peruntungan bermain musik, nebeng temen-temen nge-band, waktu itu coba maen gitar, dan menurut teman-teman, sebaiknya saya mencari jalur lain,,,
Baik, beralih ke cabang olah raga, saya suka main basket, tapi berdasarkan hasil permainan dan laga-laga guru-nya, mungkin lebih baik saya jadi anak bawang saja, Baiklah kalau begitu,,,
Lalu, saat kuliah, karena merasa agak kurang di bidang informatika, maka saya coba peruntungan lagi di bidang politik, setidaknya politik kampus. Wah, agak keren nih
kali bisa jadi anggota DPR atow staf mentri gituh. Waw..
But then, saat teman-teman saya yang hebat itu berdiskusi alot masalah kampus dan –tentu saja- politik didalamnya, saya menyandarkan diri di tembok dan mengurut-ngurut dahi,, pikiran saya ada di Tugas Akhir saya,, maaf ya, teman-teman,,
Beberapa tahun berlalu, pencarian minat dan bakat sempat dihentikan.
Akhirnya, setelah umur sekian, saya coba lagi telusuri pencarian ini,,
Pertama, di bidang olah raga; dikantor saya ada klub basket, siip, saya coba. Tak dinyana, saya tetap jadi anak bawang. Xixixiii…
Seperti belum mendapat angin segar, saya coba dibidang lain lagi.
Penghasilan yang seharusnya saya tabung dan gunakan untuk pendidikan anak-anak saya kelak, saya gunakan dulu untuk pendidikan saya saat ini, saya ambil les piano, sodara sodara. *maaf ya, calon anak-anakku*

yang penting gayaaa ;p qiqiqiii
Les yang saya idam-idamkan saat kecil. Xixixiii.. walaupun tidak ada alatnya, yang penting bisa dulu deh. Begitu pikir saya. Ibu saya mengerutkan dahi, seperti ingin bilang “buat apa mii?”. Beberapa orang teman juga menganggap saya aneh, nyusahin diri, gitu lah, kurang lebih. Dan mungkin, emang betul ndak bakat atau bagaimana gitu ya, permainan saya sering sumbang
sudah beberapa bulan ini, masih stay tune di do-re-mi dan makin lama makin susah pula teknik tekniknya *ya Allah, tolong akuu*
Walau sudah ada titik terang bahwa saya tidak berbakat dibidang-bidang itu, saya tetap jalani sambil menjajal ranah lain. Ok, kali ini sedikit feminin: masak ![]()
Saya lumayan suka mbantu ibu masak-masak didapur, berharap, mungkin keahlian ibu sedikit bisa tertular pada anaknya?
Siapa tahu. Hari ini ibu tidak dirumah. Saya coba masak yang sederhana dulu, bala-bala dan sop ceker ayam. Hasilnya sodara-sodara?
bala-bala rasa bawang putih yang gak asin dan sop ceker ayam yang agak kekentalan. Ooooh,, my,,,,,
Akhir kata, ingin berbagi quote yang mungkin tidak nyambung dengan post kali ini.
“barangsiapa mengenali jiwanya, maka sungguh akan mengenal Rabb-nya”
“barangsiapa menggunakan semua anggota dan kekuatannya untuk mendapatkan ilmu dan mengamalkannya, maka dia serupa dengan malaikat”
Sebaik-baik ilmu adalah ilmu yang bermanfaat, dan ilmu yang bermanfaat adalah yang mendekatkan kita padaNya ![]()
Keep on learning, never give up ^^
Salam,
11 Comments
June 18, 2009 at 2:19 am
ho,klo gw nggak percaya sama istilah-istilah ‘jenius’, ‘bakat’ dll apalagi nasehat negatif (“kamu nggak cocok di sini”) mi..
yang penting itu, menyadari minat seawal mungkin dan bersungguh-sungguh melakukan apa yang kita minati.
quotenya ‘genius is 1% inspiration and 99% perspiration’.
yang 1 persennya itu cukup ketika seseorang menyadari minatnya di mana. 99% sisanya adalah ketika mencurahkan waktu di minatnya itu. karena kebutuhan waktunya 99 persen, maka di situlah pentingnya menyadari minat sejak awal mi. more time to wait means more time to waste (Al-’Ashr:1-3)
June 18, 2009 at 1:11 pm
-Mantap banget artikel ini,sarat dengan ilmu dan makna
-Maju terus dengan artikel2 bermanfaat lainnya ya
-salam dari pakde di Surabaya
June 20, 2009 at 5:44 pm
sebenernya kerenan mencari jatibening loh. lebih cool wordingnya.. terus gampang pula nemunya :d
June 22, 2009 at 1:23 am
mia mia mia
yesss.. keep on learning
bagaimana kl kita mendeklarasikan diri jadi teman belajar bersama? ho3x…
kapan kita lanjutkan perbincangan kita yang terpotong sama si dhadhang tea ? hehehehe …
June 24, 2009 at 3:56 am
sepertinya mbak mia bakat nulis…
narsis juga iyah…hihihihi..^_~
June 24, 2009 at 4:01 pm
bakatmu jujur Mi, cerita apa adanya hehehe. Sama Mi, sy -dan semua orang sepertinya- lagi terus berlatih juga. Sepakat ama Peb. Bahkan ada yang ga setuju istilah ‘bakat’. Mereka bilang ‘keterampilan’, agar terlihat dibutuhkan latihan di sana. Walapun ada juga yang bilang ‘bakat’ itu adalah hobi yang menghasilkan duit. Nah lho…
Kalau membantu, teknik Ikal mempelajari Biola di Maryamah Karpov bisa ditiru. Berpikir sains, berpikir sederhana dari elemen terkecil. Misal, bermain piano tak lebih dari doremifasollasido yang dibunyikan berulang-ulang. Tidak lebih. Bagus tidaknya lagu hanya masalah pernah didengar atau tidak. Dan kalau kira-kira sudah ada seribu orang yang bisa keterampilan itu, kenapa kita nggak? Allahu a’lam Mi, selamat berlatih. Ditunggu konsernya
June 25, 2009 at 3:53 am
Peb, Agung, teman-teman,
makasih banyaak ^_^
you made my day!
Baik, happy learning! ^_^
June 29, 2009 at 1:01 am
menelusuri bakat,
crita yang ku alami juga , *jika ngga dilarang nyontek, ku merasa bercermin saat membaca artikel di atas,
sampai pada keinginan bisa memainkan alat musik yaitu piano.
wahh dibilang nyama2in ntar, gpp deh.. yg penting ku dapat teman yang sama, sama tidak berbakat hehehe maksudnya sama mencari-cari bakat.
tapi tidak sama untuk menulis, tulisanmu mengalir apa adanya, tiap kali ku membacanya ku bersemangat, ringan dan menginspirasi. Sekadar saran bagaimana kalo menulisnya lebih diberi ruang, *biar ku lebih sering berkunjung ke blogmu dan jangan putus asa belajar pianonya yaa biar bisa jadi the next Yiruma. Mengisi hari dengan intrumental piano dan menulis , waaahh belum terbayangkan hikss …apalagi bisa bermanfaat kelak. what a life !!
July 7, 2009 at 10:05 am
ciiiiieeeeee MMMIIIIIAAAAA!!!!!!!
mau liat dong konser tunggalnya!!!!
Mia Nurbeethovenindah!
July 10, 2009 at 4:37 am
pianist mia nurindah .. masih nunggu giliran buat jadi murid pianonya mia nih .. ayo cemangaat
..
Bakat jadi penulis dan pembelajar sejati tuh dah ada mi .. dan keknya masih banyak yg lain numpuk di belakang
..
July 13, 2009 at 2:52 am
Belajar masaknya ditekunin terus Mie….. Biar ntar bikin suami celalu pengen cepet2 pulang dan masak masakan Mia….
Mungkin bakat Mia adalah Mendidik dan mengajar Mie….. bisa dilihat dari cara Mia menyampaikan sesuatu…. Mia bisa bikin orang tertarik buat memperhatikan dan mendengarkan….
selamat mencari dan mengamalkan bakat Mie…