July 14, 2009...2:46 am

Next: The universe in a nutshell :)

Jump to Comments

diambil dari http://www.damninteresting.com/?p=645
diambil dari http://www.damninteresting.com/?p=645

Malu rasanya, selama ini saya hanya berkutat dengan pekerjaan, enterprise framework, process monitoring, process improvement, tanpa melihat esensinya. Mungkin begitu halnya dengan keberkutatan saya dengan dunia, tanpa melihat esensi dunia dan kehidupan itu sendiri.
Lalu, apa esensi dunia? Apa esensi kehidupan?

Sesungguhnya, manusia yang berfikir dan mereka para pencari akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang hidup, tentang alam semesta, tentang diri, tentang pencipta, tentang awal dan akhir,,,
Seperti pemikir yang satu ini, seorang cendikiawan (saya sangat berharap ada tambahan muslim setelah kata ini, tapi yah sudahlah, smua ditangan Allah, smua adalah milikNya) yang terus berfikir tentang alam semesta.

Steven Hawking, lahir di Oxford, 8 Januari 1942. Gak jauh dari bapaknya, Hawking ini (apa Steven ya, panggilannya?) juga kuliah di Oxford University. Walau bapaknya lebih senang jika Hawking ambil jurusan medicine, dia tetep keukeuh ambil matematika (gwa suka pendirian lo pak). Tapi ya begitu, orang tua pasti memiliki dasar tersendiri kenapa mereka menyarankan kita A atau B. Lalu knapa sang bapak menyarankan beliau ambil medicine? Ternyata karena di Oxford saat itu tidak ada jurusan matematikanyaaa, hwohohoo *ehm, maap, itu barusan yang alasan ortunya saya ngarang, tapi yang ga ada jurusan matematika-nya bener kok :D *
Sehingga akhirnya Hawking muda mengambil jurusan fisika. Nampaknya, beliau cocok juga dengan jurusan ini, karena setelah itu beliau meneruskan sekolah di Cambridge University mengambil konsentrasi Cosmology. Dan di kemudian hari, tanpa bingung harus meneruskan matematika atau fisika aja, beliau menerapkan teknologi hybrid: mengambil applied math dan theoretical physics!! :D WHoOowW,,,

Ada cerita lain mengenai beliau yang mengalami penurunan fisik sehingga harus terus duduk di kursi roda, kehilangan daya gerak dan daya berbicara. Fisik menurun, tetapi otak dan hati tetap benderang. Ditengah ketidak mampuannya untuk berbicara dan berjalan dengan normal, beliau tetap menghasilkan paper-paper ilmiah, dan tetap mengajar. Subhanallah, pegimana cara coba? (overall, itulah kekuasaan sang Maha)
Technology speaks dude! :D beliau disokong teknologi. Komputer yang memungkinkan Hawking menulis apa yang ada dipikirannya, teknologi 3G, dan teknologi text to speech. Dengan text to speech yang menerjemahkan tulisan menjadi kata-kata, Hawking bisa menuliskan materi kuliahnya lalu memberikannya dikelas.

Kembali pada para pencari, bisakah ilmuwan kita katakan sebagai pencari?
Mari kita lihat kata-kata Steven Hawking yang mendebarkan ini,,,

“Where do we come from? How did the universe begin? Why is the universe the way it is? How will it end?”

“All my life, I have been fascinated by the big questions that face us, and have tried to find scientific answers to them. If, like me, you have looked at the stars, and tried to make sense of what you see, you too have started to wonder what makes the universe exist. The questions are clear, and deceptively simple. But the answers have always seemed well beyond our reach. Until now.”

“The ideas which had grown over two thousand years of observation have had to be radically revised. In less than a hundred years, we have found a new way to think of ourselves. From sitting at the center of the universe, we now find ourselves orbiting an average-sized sun, which is just one of millions of stars in our own Milky Way galaxy. And our galaxy itself is just one of billions of galaxies, in a universe that is infinite and expanding. But this is far from the end of a long history of inquiry. Huge questions remain to be answered, before we can hope to have a complete picture of the universe we live in.”

“I want you to share my excitement at the discoveries, past and present, which have revolutionized the way we think. From the Big Bang to black holes, from dark matter to a possible Big Crunch, our image of the universe today is full of strange sounding ideas, and remarkable truths. The story of how we arrived at this picture is the story of learning to understand what we see.”

Baik, mari kita bertepuk tangan sodara sodara,,,,, *applause*
Dari banyak pertanyaan dan pemikirannya, lahirlah karya-karya beliau seperti “A Brief History of Time”, “Black holes and baby universes” dan “The Universe in a nutshell”.

briefHistoryOfTime 
Belum ada satu pun yang saya baca ;D
Oleh karena itu, baiklah kawan, setelah membaca “Pengantin Al Quran” karya M. Quraish Shihab (hey stop! jangan bergosip ya! *GR aja :D *), next stop will be The Universe in a Nutshell atau The Brief History of Time ;) insyaAllah,,

Setelah rangkaian kata mendebarkan tadi, mari kita tengok rangkaian kata mengguncang jiwa berikut ini,

QS Lukman (31): 27
“Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan lautan (menjadi tinta) ditambahkan kepadanya tujuh lautan (lagi) setelah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat-kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa, Maha Bijaksana”
*) kalimat Allah = ilmu-Nya dan hikmah-Nya

Salam ^_^

 

 

5 Comments

  • Cool :) Bukunya beli di mana, Mi?

  • subhanallah,
    nice post mi..

    The story of how we arrived at this picture is the story of learning to understand what we see

    senang membaca artikel ini :)

  • Assalamuallaikum Wr Wb

    semangat…

  • subhanallah..
    bikin hati tenang dan tegang -menyatu-

    “menyatu”, itulah alam pikiran Hawking…. dengan teory of everything-nya berusaha untuk menyatukan empat gaya fundamental….. mungkin dalam bahasa shadra disebut gradasi wujud, atau dalam bahasa agama itulah tauhid? woow so tau.. hee.. masih perlu di cari integrasinya….!
    wah kalau sekiranya beliau Islam? Ow.. ow atau jangan-jangan qt yang merasa Islam hee..!
    Smoga tetap mencari hakikat di balik cermin, karena di sana masih ada kehidupan yang lebih baik…..!

    tetaplah berkisah…. super!


Leave a Reply