Sejenak Berjenak-jenak hampir seluruh dunia tercengang, memandangi layar. Tragedi kemanusiaan melanda Palestine. Air mata beberapa sahabat berderai-derai waktu mereka masuk toilet kantor pulang mengaji. Baru liat tayangan palestine, katanya. Menangis teriris sampai ga bisa berkata kata. Ah, mungkin itu belum seberapa kawan,,terlalu banyak yang ditutupi,,gak banyak yang kita lihat,,
Yang pro penyerangan, seperti juru bicara israel [ya eyyaalaaah..], akan berpendapat penyerangan itu wajar sebagai bentuk pembelaan diri [atas kasus roket katyusha]. Yang pro palestine, pro kemanusiaan, tentu akan menjerit; mengumbar sejuta tanya kenapa harus kek gitu?
ah boi,,,bahkan orang yang gak bersekolah pun mengenali apa itu nurani. Bahkan dahulu, pada perang yang [kurang lebih] sama, Shalehudin Al Ayyubi, dengan kelembutan hatinya, masih bersikap murah hati pada mereka para musuh. Lah ini, anak-anak yang jelas-jelas ga ngerti apa-apa,,ibu-ibu, nenek-kakek,, pemuda-pemudi penuh harapan, para paruh baya penuh impian,, sesama manusia,, manusia bro,,manusia,,[hei situ yang sedang menembak, sampean juga manusia, bukan??]
kawan,, benarlah katamu itu, memang susah dituliskan n dikatakan ya,, hanya bisa dirasakan,,
lalu, apa berhenti di menangis dan di speechless?
Kau tau, tentu tidak teman,, karena selemah-lemah iman adalah mendoakan,, tapi benarkah kita cukup berhenti saja sampai disini? sampai sebatas pada mengandalkan iman yang lemah ini? [
maafkan kami ya Allah,,,,]
Mengapa Allah mengijinkan semua itu terjadi? Hal yang sangat mudah bagi-Nya bukan, untuk membalikkan keadaan hingga semua wilayah yerussalem dikuasai palestin –misalnya-.
Apakah karena begitu cinta-Nya Ia pada rakyat palestine sehingga mereka diberi ‘bonus’ untuk meninggal syahid dan langsung bertemu dengan-Nya ditempat terbaik? Begitu sayang-Nya Ia pada anak-anak polos yang belum mengenal dosa sehingga mereka lekas dipanggil dan dijauhkan dari berbuat dosa?
-talk is always cheap,seems
-
Atau, ada hal lain yang ingin diperlihatkanNya pada kita? …..
Beberapa hari lalu, saya menerima email broadcast dari seorang sahabat yang isinya kurang lebih tentang BOIKOT PRODUK YAHUDI.
Boikot ekonomi untuk tidak membelanjakan uang kita “ sebisa mungkin ” pada produk-produk Yahudi & Amerika, bisa jadi satu tindakan kecil tapi berefek besar, agar mesin-mesin perang mereka berhenti membunuhi saudara kita di Palestine,
bila anda perduli mohon sebarkan ke 10 rekan anda ….
Ada beberapa hal menarik yang menurut saya perlu digaris bawahi disini. Setelah kami lihat dan gosipkan diskusikan, produk mereka ternyata sangat banyak! menyentuh berbagai sisi kebutuhan hidup sehari-hari kita. Mulai dari produk sanitasi, kesehatan, makanan, minuman, entertainment, teknologi informasi, kosmetik, sandang, badan berita/informasi, dll dsb..
Produk teman! Dibalik itu, pasti ada teknologi! ada riset yang dikembangkan! Ada pembelajaran, riset pasar, riset produk, analisis kebutuhan, implementasi! Ya ngga, ya ngga?
So, bisa ditarik kesimpulan kan?
Mungkin benar mereka kejam, sombong, penuh benci dan amarah, lupa diri dan kemanusiaan, pongah,,,
Tapi mereka (rajin) BELAJAR MEN! Gak cuma ngejar nilai 100 atau A [nyepet diri sendiri]. mereka BERKARYA!
Terus, BAGAIMANA DENGAN KITA???
Kita nampak sibuk dengan kepongahan mereka, kita marah, mencerca, mencaci maki, membenci… [hei, jangan-jangan kita menjadi seperti mereka yang kita cap buruk –penuh kebencian, penuh kemarahan, tidak mengambil hikmah-, bahkan lebih buruk lagi, kita ga mau belajar,, naudzubillah]
dan sekarang ketika harus memboikot produk, kita kaget bahwa sebagian besar barang yang akan diboikot adalah barang yang kita konsumsi sehari-hari. Barang yang ada disekitar kita. Dan ketika kita mencari alternatif produk boikot itu, barulah kita sadar,,,
Eh,,, produk kita mana ya?,,,,,,, what have we done all this time?,,,,,,
Hope you got my point!
Selamat belajar dan berkarya!
Ganbatte ne!