Sayang..

#Rasyid, 5 thn
“Mah, aku pengen bareng mama sampai lamaa nanti sampai kuburan. soalnya aku sayang banget sama mama”
aduh jadi kaget aku dengernya 😛 hehehe.. “oh iya? maksudnya sampai ke surga nanti ya Syid ^^”
“iya”
“aamiin ya rabbal’aalamiin sayang”

#Salman, 1.8 thn
“Mamah sayangku..” sambil pegang pipi mama, diucap berulang ulang ^^ sering Salman begini tanpa diminta.
“iya, salman sayangku”
“bukan si, mama sayangku!”
“iyaa iyaa.. ^^ hahahaa”

Alhamdulillah
Salah satu kenikmatan menjadi ibu adalah mendapatkan hujan kasih sayang dari si kecil. ibu menjadi seseorang yang paling mereka sayangi. apa yang ibu curahkan, seketika itu juga dibalas dengan manisnya. sekucel apa ibunya, tetep si ibu menjadi manusia favorit, menjadi yang paling cantik dimata mereka..
ahh..masa ini..semoga selalu terkenang dalam hati ^^ aamiin

Advertisements

Catatan Perkembangan Anak

#Rasyid

Alhamdulillah, Rasyid 4.5 tahun. Hafalan sudah sampai Al Qadr,sebentar lagi ikut tasmi’ disekolahnya. Barakallah Syiiid! :* senang baca baca (buka buka) buku,senang mewarnai, senang ngerjain aktivitas di buku math 😀 senang ketawa ketawa, riang gembira, sudah lepas dot!! 😛 berhitung sampai 100, dan semangat mulai ngaji iqro lagi sama mamah. Rasyid sudah gak ke TPA lagi karena pulang sekolah jam 12, jam 3 kadang baru tidur siang, bablas sampe jam 5, kelewat deh jam ngajinya. Tapi gpp banget, biar pahala mengajar baca Quran-nya ntk mama ya ^_^ aamiin

#Salman

Alhamdulillah, Salman 10 bulan. Mulai bisa dadaah, tangannya tapi ga digoyangkan 😀 senang tepuk tangan, kejar kejar guling guling di kasur sama mas Rasyid, sudah senang main dengan mas Rasyid, ^_^ sudah mengerti ekspresi. seperti waktu tangannya penuh coklat pas ambil roti, dan seketika mamah dan mas Rasyid teriak ‘waaaakk’, adek nangis sesenggukan dikira marah ya dek? Engga koo deek cup cup cupp we loph youu uu^.^

#Papah

Loh kok papah, emang dalam masa pertumbuhan po? 😛 hehee bukan siiih, tapi tentang dirinya yg akan selalu kuingat .. Setiap subuh pulang dari masjid, menyodorkan gelas jeruk nipis madu untuk istrinya, dengan peci hitam ala nahdatul ulama, koko putih, sarung hitam polos favoritnya, dan senyumnya yang menawan, masyaAllah, masyaAllah, alhamdulillah… **klepek klepek hati ini 😛 😛 😛

 

Kata Rasyid

#nagih janji
Habis belanja buah di Giant, kita lewatin tempat mainan anak anak. Ada game tembak-tembakan. Rasyid berbinar binar lihatnya, exited banget mau coba tembak-tembakan ;D hadeuh cah lanang..karena game nya rada serem *versi mama hehe*, mama bilang, mending lihat Big Boy aja Rasyid, ini mah serem ah.. akhirnya rasyid mau digandeng mama pergi, sambil terus acting “duar dor dor door wusshh” ;D
*Big boy adalah nama kereta api lokomotif di amerika. Rasyid is a train big fans 😉
Di rumah, heboh minta lihat big boy di hp mamah. Mamahnya tidur biar rasyid ikut tidur. Mama pikir berhasil. Ternyata engga. Bangun tidur tetep minta big boy. “kata mamah pas di giant mendingan lihat big boy, aku mau lihat big boy” 😀

#kasih saran
Lagi main main bersama, tiba tiba lihatin bibir mamah. “Mah coba gini kayak aku” (ngebasahin bibirnya pake lidah). “Kata miss syarah kalo bibirnya kering makan jeruk mah” lalu pergi lanjut main lagi. 😀

#mau ke stasiun juga
Papah pulang habis anter mama ke stasiun berangkat pagi. Rasyid ternyata udah bangun, senyum senyum duduk di kursi tempat main terigu. “hai rasyid udah bangun”. “pah jalan jalan yuk”. “ayok”. “ke stasiun yuk pah” (train fans, sukanya lihat kereta). “udah siang rasyid, kita beli pukis aja ya”. “papah tadi dari mana naik mobil?”. “stasiun rasyid, anter mamah, hehehehe”

#temanku sakit
“mah temenku juna sakit cacar, banyak banget cacarnya ada dua puluh lima. Kalo di garuk nanti tambah banyak”

#sholat woi
Mamahnya lagi klosotan malem malem. Papah udah pulang isya di masjid dari tadi. “Mah, mamah belum solat tuuh. Solat dulu woi. Kalo mau tidur solat dulu terus ngaji. Biar disayang Allah kan” 😛 **ga akan aku lupa ekspresimu itu lee

#hujan
Diluar hujan. Dipinggir jendela, tangan kecilnya menengadah “Allahumma Shoyyiban Naafi’an. Alhamdulillah, kita di rumah ya mah”. “iya sayang” 🙂 *pelukk

#tempat berenangku
Kita lagi mau nganter mba Inah ke terminal bus, mau pulang kampung, lewatin Giant. “mah aku kalo berenang lewat sini terus luruus masih jauh kesana”. “oh ya? Coba tunjukin jalannya, mamah papah mau tau dong tempat berenang rasyid dmana”. “masih terus”. “masih?”. “terus”. “terus”.”terus”. “nanti ada belokan ke kanan (maksudnya ke kiri), nah itu dia belokannya kesana terus mah”. “ooohh…pinternyaa ^.^”

Surat Untuk Ibu Kartini

Dalam rangka hari Kartini, kantor mengadakan lomba menulis surat dan foto.

lucu-lucuan, ikutan aja 😀 alhamdulillah, menang, heheee…

semoga bermanfaat.

Dear Ibu Kartini,

Seandainya mesin waktu memang ada, ingin rasanya terbang menemui Ibu, kembali ke tahun 1904. Mampir sejenak ke tempat Ibu mengajar anak-anak perempuan di sekolah yang Ibu dirikan di dekat rumah Ibu. Sekedar untuk berbagi kabar, betapa luar biasanya kiprah wanita Indonesia dimasa kini kami hidup. Seperti jawaban akan cita-cita dan harapan yang Ibu tuliskan di surat-surat Ibu kepada rekan-rekan Ibu di Belanda. Sebutkan saja nama profesi, petani, guru, tenaga medis, supir, insinyur, pedagang, pegawai pabrik, direktur, hampir semua profesi ada wanita didalamnya. Banyak lini-lini penting pemerintahan maupun industri diisi oleh wanita. Direktur BUMN yang sukses, Mentri Keuangan yang kini berkiprah di Bank Dunia, bahkan presiden ke-lima Indonesia adalah seorang wanita, Bu. Betapa kami diberi kebebasan, dan pula tuntutan, untuk berpendidikan setinggi mungkin, berkarir, belajar, pergi kemana saja seolah sebebas mungkin.

Namun Bu, ditengah hiruk pikuk kesibukan dunia ini, seiring bertumbuhnya kami dan tahapan kami mengenal dunia rumah tangga dan keibuan, seringkali kami pun merindukan ketenangan dan pula kebebasan untuk berada dirumah. Stigma dapur, sumur, kasur yang dahulu terkesan negatif dan banyak jadi keluhan wanita, uniknya kini ternyata selalu mengundang kerinduan. Dapur, tempat menyiapkan makanan sehat yang dimakan oleh suami dan anak-anak kita untuk menjadi generasi sehat dan pintar. Sumur, tempat memandikan anak-anak dengan penuh kehangatan, canda dan tawa, mencurahkan kasih sayang. Kasur, tempat beristirahat, bercerita kisah teladan sambil menina bobokan anak-anak hingga tidur dipelukan kita, membuat mereka merasa hangat dan merasa berarti, hingga mereka bangun dengan segar dan siap menghadapi hari. Mungkin atas kerinduan dan kesadaran itulah Bu, banyak kini bermunculan gerakan yang mendukung peran Ibu dirumah, baik untuk mereka yang juga bekerja diluar rumah maupun tidak. Dengan teknologi canggih saat ini, setiap Ibu dari tempatnya berada dapat bergabung melalui dunia maya. Seperti gerakan Ibu Professional, Ibu Penulis, Ibu Perkotaan, Ibu Semai (Selamatkan Generasi Emas Indonesia) dan banyak lainnya… Inikah yang disebut kodrat, Bu? inikah yang disebut fitrah? Bahwa kemanapun wanita melangkah, ternyata rumahlah sumber kerinduan dan harapan kembali. Sumber karir dan pencapaian tertinggi ketika dari rumah tercipta keluarga yang hangat serta generasi yang cerdas dan berakhlak, yang kelak berprestasi membangun negeri. Mungkin kita tidak cukup mampu untuk menyiapkan masa depan bagi anak-anak negeri, tapi kitalah wanita, para Ibu yang menyiapkan mereka untuk menyongsong masa depan. Ibu sebagai madrasah, sekolah pertama anak-anak untuk mengenal dunia dan akhlak yang baik.

Dear Ibu, Ibu meninggal dunia di usia yang masih sangat muda. Namun taukah Ibu, tulisan Ibu telah begitu menginspirasi. Beberapa karya tulis lahir berkat surat-surat korespondensi Ibu. Sebuah novel diciptakan Bapak Pramoedya Ananta Toer, penulis ternama Indonesia, pun khusus tentang pemikiran Ibu. Betapa dalam waktu hidup yang singkat, Ibu dapat memberi sekian banyak manfaat. Begitupun harapan kami, Bu. Agar dalam masa hidup yang dianugerahkan Ilahi, dapat memberi banyak manfaat untuk negeri, melalui lingkungan rumah yang hangat dan tumbuhnya generasi yang kuat. Karena benar terasa kini, wanita adalah tiang negara, wanitalah pencipta generasi. Terimakasih Ibu, telah menginspirasi kami.

Jakarta, 15 April 2015

Mia Nur Indah

when feeling blue

When you’re down and feeling blue, what would you do? 😀

Me:

  • say istighfar
  • say hamdalah
  • look at the mirror, dress up, pupuran, lipstikan, smile 😀
  • call my mom and dad ^^

feels much much better 🙂

**alhamdulilah, still having a great mom and dad besides me. May Allah always take care of you, mom, dad, aamiin ya rabbal’aalamiin

My sweet boy

I

Pagi itu bangun tidur. Papanya Rasyid ngebisikin Rasyid (tapi sampe kedengeran ke mamanya :P)

Papa: “Rasyid, bilang ke mama, mama selamat ulang taun, gitu”

Rasyid: maju ke mamah senyum seyum. “mama slamat ulang taun”

Mama: “makasih sayaangkuuu”. mendekat mau meluk.

Rasyid: masih dengan senyum senyum. “mama cantik”

kyaaaa itu dari mana, tadi papanya ga dikte itu loh 😀 terus mama tersipu malu. “masa sih..” :”> ihihihiii..

sejak saat itu, setiap malam kalo pas mau tidur mama peluk rasyid erat-erat, rasyid suka bilang “mama cantik”. dan terus dijawab sendiri “masa sih” 😀 😀

 

II

Sedang asyik main beko-bekoan, lego,, Rasyid stop, liatin mama.

Rasyid: “eh, ada rasyid di mata mama”

Mama: “oiyaa?” mamanya langsung melotot lebar lebar biar makin keliatan. heheheee.

Rasyid: “iya tuu tuuuh” sambil nunjuk dan ngeliatin mata mamanya.

ga cuma di mata mama Rasyiid, Rasyid selalu dihati mamaaaa ^_^

i love youuuu  my sun sunshine

 

#alhamdulillah